List of feeds URL

Indonesia U19 0 (7) – (6) 0 Vietnam U19: Timnas Lebih Sabar Dan Akhirnya Membawa Kemenangan

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Harus bertanding lagi melawan tim yang baru beberapa hari sebelumnya berhasil mengalahkan tentu tidak akan pernah mudah. Vietnam yang yang memang lebih baik tidak akan mudah diserang tanpa membuat membuat lubang di pertahanan sendiri. Tapi Indra Sjafri berhasil memilih strategi yang paling pas untuk Indonesia U19 dan membuat Garuda muda mengangkat piala di depan publiknya sendiri.

inaviefinal19

Pendekatan Indra Sjafri

Indonesia memilih bermain lebih sabar dalam laga kali ini, tidak ada lagi garis pertahanan yang tinggi ataupun high up pressing. Mereka menunggu Vietnam di area sendiri dengan backfour di depan kotak penalti dan membuat situasi 4 vs 3 di belakang. Sedangkan di tengah, tiga gelandang dan dua outside forward melakukan pressing kepada tiga pemain tengah Vietnam dan menjadikan situasi 5 vs 3.

Ketika build up serangan, Timnas tidak melakukan kesalahan lagi seperti di pertandingan pertama. Dengan Hargianto dan backfour Timnas melawan empat pemain terdepan Vietnam, Timnas bermain tenang dan berusaha mengalirkan bola ke depan selalu melalui Zulfiandi. Walaupun rencana ini melawan tembok tebal Vietnam di tengah, setidaknya ketenangan yang ditunjukkan sejak awal laga dalam menahan tekanan mampu mencegah Vietnam mencetak gol.

Pendekatan Grachen Guillaume

Vietnam sendiri tetap menggunakan cara yang sama seperti pertandingan pertama, dengan defence line yang tidak terlalu tinggi untuk menghindari bola di kirim di belakang backfour mereka, tapi juga melakukan high up pressing memanfaatkan beberapa pemain mereka yang memang bagus melakukan ini yang akhirnya memberi mereka kesempatan fast break.

Tapi pelatih Vietnam, Grachen Guillaume sedikit mengubah positioning double pivot mereka. Di pertandingan pertama babak kedua, Indonesia berhasil menguasai pertandingan dengan membuat tidak ada gelandang yang dalam posisi dengan level yang sama yang akhirnya membuat satu pemain diantaranya tidak bisa dicover. Kali ini mereka mencoba menutup hal ini dengan hanya menggunakan single pivot dan membuat tiga pemain mereka di tengah bisa melakukan man marking ke tiga pemain tengah Indonesia. Dengan pendekatan ini formasi Vietnam jadi lebih mirip 4-3-3 daripada 4-2-3-1.

Terkait:  Brazil 1 - 7 Jerman: Serangan Balik Berdarah Ala Joachim Low

Merespon Indonesia yang menumpuk lima pemain di tengah, Vietnam menggunakan umpan diagonal untuk bisa masuk ke defence Indonesia. Vietnam melakukan ini dengan bagus, baik itu dari akurasi umpan maupun cara mereka memanfaatkan momentum kurang cepatnya Hargianto melindungi backfour Indonesia. Bola di arahkan ke flank kiri di posisi Pam Duc Huy atau ke kanan kepada Nguyen Van Toan yang drifting wide memanfaatkan Fatchurohman yang naik melakukan cover terhadap Hoang Thanh.

Vietnam sendiri masih mengandalkan speed pemainnya dalam melakukan cover, dua wingernya bisa melakukan pressing terhadap dua fullback Indonesia dan ketika bola berhasil ke tengah, dua pemain ini pun dengan cepat melakukan overload ke tengah seperti pada laga pertama. Intensitas yang tidak bisa ditandingi Indonesia namun akhirnya jadi keuntungan karena Vietnam gagal menjaga stamina sampai laga berakhir.

Zulfiandi vs Nguyen Tuan Anh

Hargianto menjadi pilihan utama lagi sejak melawan Thailand sebagai gelandang bertahan setelah absen melawan Myanmar dan Vietnam. Ketika dia absen di dua laga itu, posisinya digantikan oleh Zulfiandi. Indra Sjafri tidak lantas menyingkirkan Zulfiandi dari starting line up, Zulfiandi sekarang di dorong lebih ke depan untuk melengkapi trio lini tengah Indonesia. Peran Zulfiandi menjadi lebih vital lagi ketika tiga lawan terakhir Timnas menggunakan double pivot yang membatasi ruang Evan Dimas. Zulfiandi dengan baik menggantikan peran Evan sebagai pembagi bola di tengah.

 

 

Tapi di laga ini Zulfiandi tidak bisa mendapat space lebih untuk mengontrol tempo dan arah serangan Indonesia. Pendekatan Vietnam yang meninggalkan double pivot memaksa dia head to head dengan Nguyen Tuan Anh. Sedangkan Hargianto di cover oleh Nguyen Cong Phuong dan Evan Dimas bertarung dengan Pham Trum Thin sebelum digantikan oleh Pham Thanh Hau pada menit ke 10.

Terkait:  Melihat Cara Jurgen Klopp Mematikan Serangan Bayern

Zulfiandi yang mencoba mengembalikan tempo laga menjadi milik Timnas yang memakai tempo sedang daripada milik Vietnam yang lebih cepat, seringkali tidak bisa melindungi bola dari sergapan Nguyen Tuan Anh yang memang sangat cepat dan good ball winner. Indonesia yang memaksakan build up dari belakang dengan bola harus memalui Zulfiandi, kesulitan mengalirkan bola dengan baik ke depan.

Pertengahan babak pertama Evan Dimas mulai turun ke bawah menemani Zulfiandi dan melepaskan dirinya sendiri dari marking Pham Thanh Hau, ini berhasil mengurangi tekanan terhadap Zulfiandi. Namun dengan turunnya  Evan berarti Indonesia kekurangan pemain untuk link up serangan ke trio pemain depan.

Hendra Sandi In Hargianto Out

Indra Sjafri memasukkan Hendra Sandi menggantikan Hargianto untuk mengisi kekosongan attacking midfielder yang dihasilkan Evan Dimas yang turun untuk keluar dari man marking Pham Thanh Hau. Zulfiandi sekarang kembali menjadi gelandang bertahan dan Evan pun tidak jauh darinya ketika build up serangan yang menjadikan Timnas seperti memakai 4-2-3-1.

Perubahan ini sepertinya tidak dibaca dengan baik oleh Vietnam karena kenyataanya Pham Thanh Hau masih mencoba melakukan man marking terhadap Evan dan tentu saja membuat Hendra Sandi tidak tercover yang akhirnya sukses menghubungkan tengah dan depan. Ketika dua winger Vietnam seperti biasa terlanjur overload ke tengah tapi bola selalu berhasil lolos ke depan, Vietnam kehilangan momentum menghentikan dua flank Indonesia yang sekarang cuma dalam situasi 1 vs 1 lawan fullback Vietnam. Evan sendiri kembali naik ketika bola sudah ada di kaki Ilham atau Maldini dan tetap menjadi pemain terbaik di lapangan dalam urusan mencari space tembak.

Ravi Murdianto

Turunnya defence Indonesia dan juga ketenangan yang di miliki barisan pertahanan ini membantu Ravi mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Ravi memang terlihat lemah ketika harus menghadapi crossing seperti gol pertama Vietnam di laga sebelumnya dan gol Thailand. Serta ketika harus dalam situasi 1 on 1 seperti gol Malaysia dan gol kedua Vietnam.

Terkait:  Maldini Pali Dribbling Parade

Dengan banyak pemain bertahan yang ada di depannya dan hanya menghasilkan beberapa celah sempit, berhasil ditutup dengan sempurna oleh Ravi yang memang mempunyai reflek yang bagus. Bertahan cukup dalam, para pemain bertahan tidak bisa mencegah semua tendangan yang akan coba dilakukan lawan karena jarak dengan gawang memang dekat. Ini juga terjadi pada tim Italia walaupun mereka mahaguru dalam deep defence, mereka masih butuh kiper dengan reflek bagus untuk menutup celah ini.

Untung bagi Ravi Vietnam tidak banyak melakukan crossing karena single strikernya, Nguyen Van Toan memang sering pindah posisi untuk menarik bek tengah Indonesia. Dan untuk menghadapi corner kick, Indra Sjafri sudah menyiapkan paket spesial buat Ravi yaitu sembilan pemain yang melakukan defence corner. Semakin lengkap untuk menobatkan Ravi sebagai pemain terbaik di laga ini dengan berhasil menggagalkan satu penalti Vietnam.

Kesimpulan

Kesabaran dan kematangan taktik yang dipakai oleh Indra Sjafri membawa kemenangan bagi Indonesia. Bukan cara yang indah seperti permainan menghibur Timnas sebelumnya untuk menang, tapi cara ini berhasil meredam keunggulan tehnik pemain Vietnam yang memang lebih merata.

Tapi jika memang menurut Indra Sjafri sendiri kalau target sebenarnya tim ini adalah mencicipi Piala Dunia U20, level Timnas masih sangat kurang. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki seperti bagaimana membuat single striker lebih membantu saat build up ketika Evan Dimas dikunci, atau peran fullback yang lebih advance naik dua-duanya bergantian tidak hanya Fatchurohman di kiri karena pertandingan level Asia dan Dunia tidak cukup hanya dihadapi dengan cara seperti ini.

Masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan berkembang. Terima kasih garuda muda.

 

Highlight Pertandingan

 

 

Apa Pendapatmu?