List of feeds URL

Indonesia 1 – 4 Islandia: Timnas Masih Belum Meyakinkan Menjelang Asian Games

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Di SUGBK Senayan, di babak pertama timnas sebenarnya mampu meladeni kekuatan tim tamu dari negeri es. Sayang, kesalahan demi kesalahan membuat timnas harus menelan kekalahan telak 1-4 di tangan tim finalis Piala Dunia 2018 itu.

Babak 1

Kedua tim mengalami problem yang sama dalam fase build up serangan dari bawah. Kedua tim dipaksa untuk melakukan umpan-umpan panjang yang diarahkan ke depan, untuk kemudian melakukan perebutan bola.

Dua penyerang Islandia mengisolasi dua gelandang bertahan timnas. Bek tengah tidak punya banyak pilihan, selain melepas umpan panjang ke depan

Dari kubu Islandia pun, mereka tidak bisa mengakses penyerang bayangannya (salah satu penyerang yang turun ke bawah) seperti di laga lawan Indonesia Selection di Sleman beberapa hari sebelumnya. Blocking yang dilakukan lini serang dan lini gelandang timnas memaksa Islandia tidak bisa bermain bola-bola pendek untuk bisa mengakses si penyerang bayangan.

Timnas beberapa kali mendapat serangan balik, namun gagal dieksekusi dengan baik, ini merupakan problem lama saat menghadapi tim kuat. Sementara serangan timnas juga mudah putus dikarenakan gagal menciptakan skema atau pergerakan untuk menjaga agar aliran bola tidak mudah terhenti dikarenakan kekurangan opsi pasing atau opsi untuk mensirkulasi bola.

Gambaran sederhana bagaimana sekalinya bola ada di sayap, bola akan terjebak di situ dan tidak dapat disirkulasikan ke tengah dikarenakan kekurangan opsi pasing di area halfspace

Tidak adanya rotasi posisi ataupun pergerakan dari pemain-pemain yang menghuni sisi sayap, membuat beberapa serangan sayap timnas menjadi mogok seketika. Minim pergerakan juga terlihat di berbagai lini.

Dari momen yang sebenarnya tidak berbahaya, Ilhamudin berhasil menggetarkan jala tim tamu setelah kiper lawan gagal mengamankan bola inswing cross dari Febri Haryadi. Namun skor 1-0 tidak bertahan lama.

Terkait:  Catatan Laga Timnas U19 Lawan Laos U19

Islandia berhasil membalas di akhir menit babak pertama. Koordinasi dua bek tengah yang tidak baik, membantu mempermudah penyerang Islandia mencetak gol. Dalam kondisi diserang balik dan mendapati situasi tidak ideal untuk melakukan presing ke arah depan, dikarenakan jarak yang jauh, barisan bek idealnya turun, alih-alih satu turun satu naik.

Koordinasi backline yang buruk

Di babak pertama ini, kita cukup impesif. Bisa mengimbangi tempo Islandia, memaksa lawan tidak bisa memainkan cara yang mereka inginkan, dan beberapa kali kita mendapat tembakan ke arah gawang meski kebanyakan out of target. Kunci dari performa yang cukup bagus ini adalah intensitas tinggi yang terjaga, dan segera melakukan counterpress dan backward press saat tim kehilangan bola.

Babak 2

Sebenarnya tidak ada metode dismarking corner yang menarik dari Islandia. Bola-bola corner dari Islandia relatif bisa kita jinakkan. Kita bisa menangkal setpis lawan, sampai sebelum Islandia mengubah cara setpisnya.

Skema corner baru dari Islandia ini adalah dengan memblok atau mempersempit ruang gerak kiper dengan menempatkan dua pemain di area sekitar tiang dekat dan area tengah. Lewat skema baru ini, gawang timnas pun bergetar untuk kedua kalinya. Ini bukan karena set-up defend timnas yang tidak bagus, ini lebih karena lawan mengubah cara setpisnya dan lawan mempunyai keunggulan tinggi badan.

Islandia membatasi ruang gerak Andritany

Tertinggal 2-1, timnas berusaha bangkit. Tapi sayang, pasing-pasing progresif yang diarahkan ke area tengah selalu mentok dan Islandia mendapat serangan balik dari situ. Tanpa skema third man, bola akan rentan hilang ketika si penerima gagal mengamankan bola, atau pasing berhasil dicegat lawan. Dan karena tidak ada kawan terdekat yang bisa melakukan counterpres, lawan akan dengan mudah mendapat kesempatan untuk menyerang balik.


Ilustrasi sederhana timnas gagal menerapkan skema 3rd man, sehingga bola rentan hilang

Alih-alih bermain lebih cerdik, timnas membuat kesalahan elementer berujung gol ketiga Islandia. Ini diawai dari lemparan ke dalam yang dilakukan Putu Gede. Alih-alih dilempar ke depan, Putu melempar ke area tengah dan sialnya bola berhasil dicuri lawan. Skor 1-3 buat Islandia.

Terkait:  Belanda (4) - (3) Kostarika: Waspada Jadi Kunci Van Gaal Taklukkan Pinto

Dan tak lama kemudian tim tamu berhasil menambah golnya yang keempat. Diawali dari kombinasi permainan sayap timnas yang gagal di sisi kanan, Islandia berhasil mendapat serangan balik. Terjadi situasi 2 vs 1 (2 bek vs 1 penyerang) sebenarnya, namun karena koordinasi yang kurang baik dari dua bek tengah kita, penyerang Islandia berhasil menyarangkan gol ke gawang Andritany. Skor kembali melebar, 1-4 untuk Islandia.

Timnas masih mencoba build up dari belakang. Kali ini menyerang dengan banyak orang, sekaligus mendorong kedua full back jauh ke depan. Namun, posisi full back yang terlalu naik ke depan menyulitkan bek tengah ataupun gelandang untuk bisa mengakses mereka. Dikarenakan jarak yang cukup jauh dan akurasi umpan yang tidak baik, bola sulit diamankan oleh full back. Alih-alih mempertahankan posesion untuk memburu gol, kita malah banyak hilang posesion.

 


Jarak yang kurang ideal, menjadikan umpan sulit untuk bisa akurat menemui sasaran. Selain itu tidak ada pemain suport di dekat full back.

Kita kalah karena lemah taktik, hal yang secara tidak langsung diungkap oleh pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson dalam konferensi pers seusai laga.

Timnas Islandia asuhan Heimir Hallgrimsson ini adalah representasi dari calon lawan-lawan kuat kita di Asian Games nanti. Jadi, masih realistiskah target menembus semi final Asian Games?

Di pertandingan ini, kita memang bisa mengimbangi intensitas bermain dari tim kuat Islandia, namun kita sangat kesulitan dalam mengkreasi serangan dan mencetak gol. Tidak ada ancaman berarti buat Islandia sepanjang 90 menit. Sedangkan yang menentukan kesuksesan tim untuk melaju lebih jauh di sebuah kompetisi atau turnamen adalah lancarnya keran gol melawan tim-tim unggulan.

Terkait:  Belanda 2 vs 0 Chile: Duel Taktik Intens Dan Kesalahan Sampaoli Jadi Pembeda

Sinyal-sinyal positif yang timnas tunjukkan di laga ini rasanya belum cukup kuat untuk bisa mengantarkan timnas ke semi final Asian Games, ya kecuali lawan-lawan kuat kita nanti mengalami penurunan kualitas.

Apa Pendapatmu?