List of feeds URL

Gold Cup Tidak Sekedar Amerika Serikat Dan Meksiko

Author: Aun Rahman (twitter: @aunrrahman)

Disaat Benua Amerika bagian selatan sudah menyelesaikan kompetisinya dan melahirkan Chile sang tuan rumah sebagai Juara. Sedikit naik ke beberapa derajat, Amerika bagian utara baru memulai gemuruh kompetisi konfederasi mereka.

CONCACAF Gold Cup atau lebih dikenal sebagai Gold Cup, adalah kompetisi regional Amerika Utara, Amerika Tengah dan negara negara Kepulauan Karibia. Kompetisi yang pertama kali digelar pada tahun 1991 ini melahir Meksiko sebagai juara terbanyak dengan 5 gelar. Gold Cup yang pada tahun ini diselenggarakan di Amerika Serikat dan Kanada diikuti oleh 12 tim yang akan mempertandingkan total 26 pertandingan dan berakhir di partai puncak yang akan diselenggarakan di Lincoln Financial Field, Philadhelpia, Amerika Serikat pada akhir bulan Juli nanti.

Sama halnya seperti di bagian selatan yang dianggap sebagai arena pertempuran antara Brasil dan Argentina. Gold Cup disebut sebut pada akhirnya akan mempertemukan Amerika Serikat dan Meksiko di partai puncak untuk menentukan siapa tim terbaik di benua Amerika bagian Utara. Argumen tersebut sah sah saja, dari 12 partai final yang sudah dilaksanakan, lima diantaranya mempertemukan Amerika Serikat dan Meksiko dalam partai penentuan gelar juara.

Akan tetapi seperti yang terjadi di Copa America yang berakhir pada 5 Juli lalu, dimana ternyata tim selain Brasil dan Argentina yang muncul sebagai juara. Gold Cup juga menawarkan hal yang sama, bisa jadi juara tahun ini adalah tim lain, bukan Amerika Serikat ataupun Meksiko. Hal tersebut bisa dilihat di partai pembukaan, dimana USMNT –Julukan Tim Amerika Serikat harus bersusah payah untuk menaklukan Honduras dengan skor tipis 2-1.

Sepakbola di bagian utara Amerika sudah mulai banyak berkembang dibandingkan beberapa tahun ke belakang, tidak lagi hanya menjadi ladang superioritas Amerika Serikat dan Meksiko.

Terkait:  Preview Spanyol Vs Belanda: Episode Selanjutnya Tiki-Taka Melawan Back Three

Los Ticos Kosta Rika, meskipun tidak diperkuat oleh penjaga gawang terbaik mereka Keylor Navas yang bermain untuk raksasa Spanyol, Real Madrid. Diyakini akan mampu menghadirkan kejutan melalui duet penyerang mereka Bryan Ruiz dan Joel Campbell, merujuk pada peforma sensasional yang ditujukan mereka di Piala Dunia 2014, Brasil.

Trinidad & Tobago yang belum lagi mengkilap semenjak pensiunnya legenda mereka, Dwight Yorke. Menatap era baru dibawah kepemimpinan striker eksplosif Kenwyne Jones, yang bermain untuk tim promosi Liga Inggris, Bournemouth. Honduras yang merepotkan diarsiteki pelatih anyar asal Kolombia, Jorge Luis Pinto, diluar perkiraan mampu menyulitkan Amerika Serikat di partai pembuka. Belum lagi tim tim lain yang berpotensi mengejutkan apabila bermain secara tim, seperti Jamaika dan finalis edisi lalu Panama. Tuan rumah Kanada pun tidak mungkin ingin dipermalukan dihadapan publiknya sendiri.

Meningkatkan peforma tim tim lain di zona CONCACAF berbarengan dengan berkurangnya kekuatan dua poros superior mereka. Meksiko saat ini berkutat dengan kurang tajamnya lini serang mereka, seiring dengan menurunnya peforma penyerang Javier “Chicharito” Hernandez yang bahkan tidak dipanggil pelatih Miguel Herrera pada gelaran kali ini, Chicharito menjalani musim yang sulit selama dua tahun kebelakang. Dari 5 pertandingan persahabatan sebelum Gold Cup yang dilakoni Meksiko hanya satu yang berakhir dengan kemenangan, yaitu ketika mereka mengalahkan Guatemala dengan skor 3-0 pada 30 Mei 2015.

Lain halnya dengan apa yang dialami oleh Amerika Serikat. Pensiunnya Landon Donovan dan istirahat sementara yang dilakukan oleh Tim Howard. Membuat Jurgen Klinsmann melakukan revitalisasi skuad mereka, penunjukan Michael Bradley sebagai kapten tim adalah simbol Klinsmann ingin memulai era yang baru di tim nasional Amerika Serikat. Pemain pemain muda seperti John Brooks, DeAndre Yedlin dan Gyasi Zardes memang mendapatkan kesempatan bermain. Akan tetapi hal ini akan berdampak pada kematangan bermain skuad USMNT, apalagi lawan lawan lain menurunkan pemain pemain yang lebih berpengalaman.

Terkait:  Kenapa Prandelli Tidak Punya Tempat Untuk Rossi Di Gli Azzurri

Poros kekuatan sepakbola di suatu wilayah bisa berubah dari waktu ke waktu, seperti yang sering disebutkan oleh banyak orang jika kehidupan seperti roda, ada kalanya kita berada diatas ada kalanya kita berada di bawah. Ada kalanya tim meraih kejayaan ada kalanya juga memiliki masa masa sulit. Maka bukan tidak mungkin, beberapa tahun kedepan tim superior dari wilayah utara Amerika bukan hanyan USNMT dan Meksiko, tetapi juga tim tim lain, karena memang ada 39 negara lain yang menjadi penghuni regional CONCACAF, karena memang CONCACAF bukan sekedar Amerika Serikat dan Meksiko.

Apa Pendapatmu?