List of feeds URL

Fiorentina 0 – 1 Juventus: Solusi Tidak Komplit Montella

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Pertarungan menarik terjadi di Stadio Artemio Franchi kala Fiorentina menjamu Juventus di leg kedua 16 besar Europa League. Di leg pertama yang berlangsung di Juventus Stadium, La Viola berhasil menahan tuan rumah 1-1. Dengan demikian tugas lebih ringan bisa dijalani Fiorentina di kandang sendiri.

fj

Secara matematis, seharusnya skor dari pertandingan sebelumnya menguntungkan pasukan Vicenzo Montella. Hanya dengan menahan Juventus tanpa gol saja mereka sudah bisa melenggang ke fase selanjutnya. Tapi karena sang lawan adalah tim terkuat di Italia saat ini, hal itu menjadi sedikit rumit jika harus diaplikasikan ke pendekatan strategi.

Fiorentina tidak bisa mencoba bertahan total selama 90 menit, Juventus dengan dua wingback-nya siap menghujani kotak penalti dengan crossing yang disambut setidaknya oleh dua striker dan dua gelandang. Mencoba menyerang dan mencuri gol juga tidak mudah, selain satu gol tidak terlalu berharga, membuat game menjadi end to end sepertinya bukan ide yang bagus.

Sedikit dilema inilah yang tampak dari strategi Montella pada pertandingan kali ini. Dia memutuskan untuk menahan Juventus di tengah selama mungkin dan mencoba mencuri gol dari duo Mario Gomez dan Josip Ilicic di depan. Strategi ini tampak berhasil sampai insiden pelanggaran Gonzalo Rodriguez kepada Fernando Llorente yang berujung kartu merah dan diakhiri gol dari freekick Andrea Pirlo di menit 70.

Antonio Conte tidak mau tersingkir di fase ini, beberapa perubahan dari pertandingan sebelumnya dilakukan untuk memperkuat starting eleven Juventus yang memakai 3-5-2. Carlos Tevez, Llorente, Paul Pogba dan Leonardo Bonucci sekarang dipasang sedari awal menggantikan Dani Osvaldo, Sebastian Giovinco, Claudio Marchisio dan Angelo Ogbonna.

Montella juga sedikit merubah susunan pemainnya walaupun skema masih memakai 4-3-1-2. Juan Vargas menggantikan Mati Fernandez yang cedera dan Mario Gomez turun terlebih dahulu daripada Alessandro Matri. Sedangkan perubahan taktikal ada pada Juan Cuadrado yang menggantikan Facundo Roncaglia di fullback kanan.

The Battles

Sampai saat ini, mungkin skema yang dimainkan oleh Montella inilah yang paling sukses membuat Juventus jauh dari kotak penalti. Dengan memakai 4-3-1-2, pria yang dulu dijuluki pesawat kecil ketika masih bermain ini bisa mengunci dua faktor paling penting Juventus ketika membangun serangan.

Terkait:  China 1 - 0 Indonesia: 4-4-2 Diamond Timnas Tidak Bekerja Semestinya

Faktor pertama adalah Borja Valero melakukan man marking terhadap Pirlo untuk mencegah umpan panjang terukur dari mantan pemain Milan ini. Pirlo hanya membuat 28 umpan di babak pertama. Sebenarnya Conte sudah menyiapkan Bonucci yang memiliki umpan panjang yang juga bagus, tapi Gomez dan Ilicic berhasil mencegah ini dengan pressing yang cukup ketat terhadap backthree Juventus.

Faktor kedua adalah pressing luar biasa agresif dari Cuadrado dan Tomovic kepada Asamoah dan Isla. Dua fullback Fiorentina ini tidak membiarkan dua wingback Juventus melakukan dribble dan mendorong masuk defensive line Fiorentina. Beberapa kali tercatat Cuadrado memotong umpan kepada Asamoah dan menciptakan situasi serangan balik yang cukup berbahaya. Sebaliknya, Conte juga menginstruksikan hal yang sama kepada wingback-nya untuk menahan fullback Fiorentina sejauh mungkin.

Selain dua faktor penting ini, ada duel yang lain di tengah. Vargas mencoba melakukan covering terhadap Vidal, tapi tidak terlalu ketat karena Vidal lebih sering turun membantu Pirlo. Di sisi kiri Juventus, Aquilani coba meladeni Pogba yang berdiri paling depan diantara trio tengah Juventus. Aquilani cukup berhasil tapi dua kali Pogba berhasil lepas dari penjagaan ketika menerima bola panjang di dalam kotak penalti, beruntung tidak ada yang menjadi gol.

Dengan situasi ini, masing-masing tim menyisakan satu spare-man di belakang dan inilah yang diinginkan Montella. Dua bek tengah Fiorentina bersama Pizarro melawan duet striker Juventus dan backthree Juventus melawan duet striker Fiorentina. Tanpa bantuan yang signifikan dari dua sisi sayap, masing-masing duet penyerang kesulitan masuk jauh dan seringkali mengakhiri serangannya dengan tembakan dari luar kotak penalti. Di babak pertama tercatat Fiorentina melakukan 7 attempts dan hanya 1 dari dalam kotak penalti, sedangkan Juventus dengan 8 attempts dan 3 dari dalam kotak penalti.

Terkait:  Perjudian Brilian Van Gaal Untuk Belanda Dengan Skema Tiga Bek

Kerugian Fiorentina

Perihal kerugian Fiorentina ini sebenarnya cukup relatif. Jika tidak ada insiden kartu merah dan freekick spektakuler Pirlo, saya mungkin tidak akan membahasnya. Seperti yang tertulis di atas, fokus utama dari Montella sepertinya cuma menahan Juventus selama mungkin di tengah. Efek dari hal ini akhirnya dia kurang detail mengerjakan bagaimana ketika Fiorentina menyerang, karena mencetak gol memang bukan keharusan.

Penguasaan bola sebenarnya cukup berimbang, Fiorentina 49% dan Juventus 51%. Hal ini mengindikasikan sebenarnya Fiorentina bisa memanfaatkan kelebihan pemain 4 vs 3 di tengah ketika menguasai bola yang bukan dalam prosesi counter attack. Ada beberapa perbedaan cara menyerang kali ini dengan ketika menantang Juventus di kandangnya, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membuat peluang yang lebih menjanjikan.

Josip Ilicic tetap menjadi striker yang lebih mobile dari partner-nya. Di laga kali ini pemain asal Slovenia ini lebih sering turun ke tengah dan ini sedikit berbeda dengan laga sebelumnya yang dia lebih sering bergerak ke flank kanan. Jika dia bergerak ke flank, sebenarnya dia memberi solusi lebar lapangan dari formasi narrow dari Montella yang tidak memakai pemain sayap.

Inisiatifnya untuk melakukan overload lini tengah menjadi sedikit percuma karena sebenarnya Fiorentina sudah unggul satu pemain di zona itu. Fiorentina sendiri lebih sering mencoba masuk lewat flank kiri dimana Vargas sering menyentuh touchline, sedangkan di sisi kanan Aquilani sangat pasif dan hanya membukukan 12 umpan selama babak pertama. Dengan Ilicic yang turun ke tengah, serangan dari kiri jadi tidak efektif karena Fiorentina kesulitan menyudahi menjadi peluang karena hanya Gomez sendirian di depan.

Fiorentina Kehilangan Intensitas

Tidak ada perubahan di babak kedua dari kedua tim, bahkan Conte sepertinya tidak punya rencana lain untuk membuat skuadnya lebih tajam. Montella memang terpaksa menggantikan Pizarro yang cedera dengan Ambrosini dan Mario Gomez yang kurang fit dengan Matri, tapi keduanya tidak merubah skema awal Fiorentina.

Terkait:  Laos U19 Energetic Pressing Vs Indonesia U19

Yang sedikit berbeda dari Fiorentina terjadi di pertengahan babak, dimana tampak beberapa kali garis pertahanan lebih turun beberapa meter dari sebelumnya. Hal ini tidak selalu terjadi dan kelihatan lebih disebabkan hilangnya konsentrasi karena stamina yang menurun.

Ketika garis pertahanan lebih dalam, marking yang dilakukan tiga pemain terdepan Fiorentina mulai berantakan karena area yang menjadi lebih luas. Dua fullback Fiorentina juga jadi lebih rapat ke tengah yang menjadikan dua wingback Juventus bisa mengambil posisi lebih naik.

Walaupun memiliki momentum yang lebih baik, Juventus masih kesulitan mendapatkan peluang lebih. Tapi gelombang serangan yang diakhiri pelanggaran Gonzalo di ujung kotak penalti terhadap Llorente akhirnya juga diikuti kartu merah dari Howard Webb. Pirlo berhasil mencetak gol kemenangan Juventus melalui freekick yang sekaligus menyudahi perlawanan tuan rumah.

Kesimpulan

Duel dua tim ini berlangsung intensif dengan keinginan Montella untuk menahan Juventus di tengah. Karena Conte juga melakukan hal yang serupa dengan menahan fullback Fiorentina agar tidak naik, kita mendapati duel yang sangat ketat di tengah.

Montella sudah mengupayakan apa yang seharusnya dilakukan oleh timnya dalam posisi unggul gol away, walaupun sebenarnya Fiorentina punya kapasitas membekap Juventus seperti yang terjadi di tempat yang sama musim ini di ajang Serie A. Mungkin gol Pirlo memang sulit dihindari, tapi bermain sepuluh orang setelah ketinggalan yang jelas diluar rencana Montella, yang akhirnya gagal menyamakan skor untuk memaksakan ekstra time.

Apa Pendapatmu?