List of feeds URL

Epistemologi Messi

Author: Arvian Bayu (twitter: @arvianbayu)

Entah berapa ratus atau ribu tulisan tentang La Pulga, Lionel Messi sudah beredar, dan entah ketika orang menulis tentang La Pulga mempunyai kedekatan tersendiri dibanding ketika sedang menulis analisis, preview, atau pesepak bola lainya. Saya yakin mereka menulis dengan pendekatan spiritual mereka, seolah jika salah satu saja data yang salah akan mengurangi nilai dari tulisan tersebut.

Messi dan Barcelona adalah sebuah kemesraan dalam sepak bola abad ini, pemain dengan karakter seperti Messi ini tak mudah dilahirkan oleh sembarang klub, meski bakat alaminya sudah ada dalam dirinya. Namun ketika berada dalam tempat yang salah pasti menghasilkan output yang berbeda pula. Dari sini munculah filosofi tentang bagaimana pemain dilahirkan, cikal bakal akademi La Masia adalah sebuah jawabanya.

Sepak bola ala Barcelona bukan hanya tentang bola, lapangan, gawang, penonton, income club, dan masyarakat Catalan sendiri.Ini tentu tak lepas dari sejarah Catalonia, Sejak dulu orang-orang Catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol.

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah, Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.

Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “diinstruksikan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid.

Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Terkait:  Perjudian Brilian Van Gaal Untuk Belanda Dengan Skema Tiga Bek

Sejak saat itu Barcelona menjadi semacam klub “anti-Franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum terhadap Spanyol. Hal yang hampir sama bisa dijumpai pada Athletic Bilbao, sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona walaupun sama-sama merupakan klub yang belum pernah terdegradasi, dan penguasa Copa del Rey.

Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, Real Madrid sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol).

Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Bagi saya, cerita seperti diataslah yang mampu membuat pemain nyaman dengan karakternya, pemain bisa bebas, memegang teguh seutuhnya dalam bermain sepak bola sebagaimana mestinya. Hingga akhirnya lahirlah pemain seperti Messi.

Pep Guardiola mengatakan “Messi tak bisa dihentikan, dengan cara apapun” Namun faktanya ada beberapa tim yang mampu membendung Messi meski jika disuruh mengulangi mereka tak akan mendapatkan hal yang sama, yaitu membuat Messi tak berkutik. Beberapa musim Messi dibawah Pep, namun Pep sendiri seharusnya mampu menjinakkan racun yang ia ciptakan itu, saya pikir Pep bisa untuk menaklukkan Messi dengan tim yang berbeda tentunya. Dengan filosofi yang digunakan Pep, tentu akan sia-sia jika dalam sebuah pertandingan Pep fokus hanya mematikan Messiah, filosofi yang digunakan Pep sama dengan filosofi dimana posisi Messi ketika sedang berada dilapangan. Tak sulit mencari letak Messi, namun tak cukup mudah juga membendungnya.

Terkait:  Banyak Pelajaran Dari Kekalahan Timnas U19 Atas Myanmar

Saat ini, Messi telah mencetak 32 hattrick dari total 282 gol yang diciptakan di La Liga untuk Barcelona dalam kurun waktu 10 setengah tahun. Entah ada atau tidak kiper yang di double hattrick Messi dalam kurun waktu tersebut. Messi mungkin tak ingat kepada siapa dan waktu kapan ia mencetak hattrick, namun seorang kiper yang dirobek 3 kali gawangnya oleh Messi tentu tak akan lupa hal tersebut. Jika Messi lupa, mungkin Messi tinggal tanya saja kepada semua kiper setelah berhadapan dengan timnya.

Kamu sudah pernah saya jebol berapa kali? Saya lupa, tolong bantu saya, agar saya bisa bercerita kepada anak saya kelak

Rasanya bukan itu sikap seorang Messi, untuk tampilan saja ia sangat kalah jauh dibanding seterunya, Cristiano Ronaldo. Dalam urusan fashion Messi tampil cukup apa adanya dan bisa dikatakan aneh. Padahal dengan ketenaran dan gaji yang ia dapatkan ia cukup mampu untuk beradu soal fashion dengan CR7, tapi itulah La Pulga.

Messi akan lebih menggila jika mendapatkan tandem yang bisa membuatnya nyaman, baik sebagai pelayan ataupun ketika dilayani. Musim lalu Messi mendapatkan duet anyar, yaitu Neymar yang belum terlalu padu, namun musim ini deretan striker Blaugrana mendapatkan suntikan dari seorang Bad Boy, El Pistolero, Luiz Suarez. Baginya kedatangan Suarez akan mampu menjadi Trisula maut untuk lini depan Barcelona. Namun tak semudah yang dibayangkan, Entrenador Luis Enrique cukup kesulitan karena Suarez baru dapat melakoni debut resmi bersama Barcelona saat melawan Real Madrid di La Liga, Sabtu 25 Oktober 2014.

Namun sekarang Trisula itu benar-benar mematikan dan hampir tak bisa dihentikan oleh siapaun, korban terakhirnya dini hari tadi adalah raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Yang harus menerima kekalahan menyakitkan di semi final Champions League dengan skor 3 – 0, Trisula Messi, Suarez, Neymar benar-benar membombardir pertahanan FC Hollywood.

Terkait:  Bayern Munchen 0 - 4 Real Madrid: Tiki-taka Bayern Rusak Dari Dalam

Dalam pertandignan tersebut Messi membuat 2 gol yang membuat Barcelona sudah menjejakkan satu kakinya di Berlin.

Messi adalah sebuah kemesraan antara sepak bola dan gol, Messi adalah karakter yang tak bisa dibeli dengan uang, berapapun jumlahnya, Messi akan terus mencetak gol, dan gol adalah dirinya. Tuhan menciptakan Messi ketika Tuhan sedang tersenyum.

Apa Pendapatmu?