List of feeds URL

Dortmund 0 – 3 Munchen: Pep Menghancurkan Two Banks Of Four Klopp

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Bayern Munchen berhasil menasbihkan diri sebagai yang terbaik di Bundesliga, setidaknya sampai pekan ke 13 musim ini. Mereka menundukkan Dortmund dalam laga Der Klassiker di kandang Dortmund, Signal Iduna Park dengan skor meyakinkan, tiga gol tanpa balas.

bvbfcb

Sayang sekali pertandingan ini di helat tepat setelah internasional break. Masing-masing pelatih tidak bisa menurunkan skuad terbaik mereka karena banyak yang cedera. Di pihak tuan rumah, mereka dipaksa menurunkan tiga pemain non inti karena cederanya Hummels, Schmelzer dan Subotic. Sedangkan di depan, Klopp masih belum bisa menggunakan tenaga Gundogan yang masih dalam masa penyembuhan cedera panjang.

Di sisi Munchen cedera pemain pun tidak kalah banyak, tapi Pep Guardiola cukup beruntung beberapa pemain lain yang sebelumnya cedera cukup panjang bisa kembali diturunkan. Yang menarik adalah bagaimana Pep menyusun lini tengahnya. Tidak adanya Schweinsteiger, sebenarnya Martinez bisa menjadi direct swap karena posisinya yang serupa. Tapi Pep memilih cara lain, Martinez memang turun, tapi Lahm lah yang menjadi single pivot menggantikan peran Schweinsteiger. Sedangkan Martinez malah berada lebih depan dari Kroos dan dekat sekali dengan Mandzukic. Di depan sendiri, cederanya Ribery memaksa Pep memindah Robben ke kiri dan Muller kembali ke kanan.

Pendekatan Kedua Tim

Juergen Klopp masih menggunakan pendekatan yang sama dengan ketika mereka mengalahkan Bayern 4-2 di laga Piala Super Jerman sebelumnya. Mereka tidak berusaha untuk bertarung memperebutkan ball possession, tapi lebih menunggu di areanya sendiri dengan compact two banks of four dan mencoba membatasi Bayern bermain di depan backfour. Taktik ini terbukti berhasil membuat Bayern tidak bisa banyak memecah pertahanan dengan movement cut-in dari flank ke tengah karena banyaknya pemain tengah Dortmund. Selain itu, dengan winger yang disiplin turun, Dortmund bisa melindungi flank dengan baik dari overload lawan.

Terkait:  Bournemouth 0 - Liverpool 4: Kemenangan Yang Terlalu Mudah Untuk The Reds

Di pihak Bayern, apa yang diinginkan Pep Guardiola tidak begitu jelas terlihat. Ketika menyerang, dia memposisikan Martinez dekat sekali dengan Mandzukic. Martinez memainkan role yang biasa dibawakan Mueller jika trio Ribery, Mandzukic dan Robben bermain di depan. Martinez akan langsung naik jika bola berada di flank untuk menyambut crossing dan juga ketika Mandzukic bergerak ke flank. Ketika Bayern build up serangan, Martinez jarang sekali terlibat, dia hanya melakukan 13 kali passing, sedangkan Kroos dan Lahm masing-masing lebih dari 40 kali.

Ketika di depan sudah ada Mandzukic, Martinez dan Mueller yang bagus untuk menyambut crossing, cukup masuk akal jika menempatkan Robben di kiri dimana kaki terkuatnya bisa berguna untuk menyuplai bola ke kotak penalti. Apalagi Dortmund sedang memakai dua bek tengah yang bukan pemain inti. Tapi nyatanya Robben terus bergerak masuk ke tengah dan rekannya di kiri, Alaba pun hanya sekali mengirimkan crossing selama babak pertama. Umpan silang dari sisi kanan oleh Mueller bisa menghasilkan dua peluang. Alhasil serangan Bayern tidak begitu efektif dan hanya melakukan dua shot on target di babak pertama.

Tapi berbeda dengan Bayern dalam pola bertahan, Guardiola dengan efektif menutup skema serangan Dortmund yang memang cukup sederhana. Dortmund seringkali memanfaatkan keunggulan fisik Lewandowski untuk menahan bola panjang yang dikirimkan untuk memulai serangan. Ketika bola di tengah, dengan cerdik Guardiola menginstruksikan Lahm untuk langsung melakukan cover terhadap Lewandowski. Sedangkan Boateng selalu mengikuti Mkhitaryan yang bergerak ke kiri, sedangkan Dante menjadi sweeper di belakang.

Sekarang tinggal bagaimana menghentikan Marco Reus yang selalu bergerak ke tengah. Disinilah Martinez menunjukkan fungsinya, ketika harus bertahan dia cukup cepat berada di posisi yang memungkinkan menutup pergerakan Reus. Hasilnya cukup bagus, di babak pertama Bayern bisa mengontrol serangan Dortmund dengan baik. Dortmund melakukan empat attempt, dua berhasil di block, hanya satu yang on target dan itupun diawali blunder Boateng yang terpeleset dan membuat Reus bebas.

Terkait:  Indonesia U19 2 - 0 Filipina U19: Dominasi Penuh Tapi Minim Gol

Babak Kedua

Di babak kedua, sebagai tuan rumah Dortmund melakukan inisiatif untuk menaikkan tempo permainan. Dengan tempo cepat, mudah sekali untuk membuat Bayern kehilangan ritme passing-nya dan membuat mereka tertekan oleh gempuran Dortmund. Kali ini Klopp membuat Reus lebih terlibat dalam serangan dengan memberinya lebih banyak ruang untuk bergerak. Untuk menggantikan role di winger kiri, Mkhitaryan yang akan mengisi posisi itu dan menunggu Reus kembali.

Respon cukup berani diambil oleh Pep Guardiola dengan bertahan hanya memakai tujuh pemain. Sedangkan tiga forward-nya masih berposisi melebar dan tetap tidak turun membantu pertahanan dan terus mengirim bola di belakang garis pertahanan Dortmund untuk melakukan counter attack. Klopp merespon balik situasi ini dengan tidak menaikkan dua fullback-nya ketika menyerang. Hasilnya pun berbalik defence Dortmund menjadi yang lebih beresiko karena Bender dan Sahin sebagai gelandang bertahan harus jauh dari lini belakangnya.

Pep melakukan pergantian yang diperlukan untuk kembali mendapatkan kontrol lini tengah. Mandzukic digantikan oleh Goetze, pertandingan sudah menjadi end to end dan Bayern sudah tidak tergantung lagi dengan crossing jadi Goetze akan lebih efektif. Sedangkan Thiago masuk menggantikan Boateng, Martinez bergeser menjadi bek tengah. Pep sangat berkepentingan untuk mendapatkan ritme passing lagi dan sulit mengharapkan Martinez untuk melakukannya. Jadi Thiago yang bertipe passer akan sangat membantu.

Pergantian oleh Bayern ini langsung membuahkan hasil. Di awali oleh Thiago yang mengontrol serangan di kanan bersama Mueller dan Robben yang masuk ke tengah dan mendorong bek tengah Dortmund mundur, berhasil memberi ruang ke Goetze yang memang gelandang bertahan Dortmund sudah terpisah dari bek-nya sejak awal. Setelah gol ini, Klopp tidak lagi memakai Bender untuk menyerang dan membuatnya tetap dalam untuk melindungi backfour.

Terkait:  Barcelona 0 - 0 Atletico Madrid: Perubahan Positif Tata Martino Tapi Tetap Miskin Gol

Tapi ada efek samping dari perubahan oleh Pep Guardiola. Martinez yang di belakang dan berduet dengan Dante terlihat sangat tidak nyaman dengan posisi barunya. Dia seringkali salah mengantisipasi dan menempatkan posisi sebagai bek tengah. Mkhitaryan dan Reus langsung berhasil mendapatkan dua shot on target. Sebelum akhirnya Pep memasukkan Van Buyten menggantikan Rafinha. Lahm kembali ke pos fullback kanan dan Martinez kembali ke gelandang bertahan.

Semakin sedikit waktu, Klopp membuat Dortmund sangat menyerang dengan memasukkan Aubameyang, Hofmann dan Piszczek. Bayern pun mendapat keuntungan dari serangan balik dengan gol dari Robben dan Mueller. Dan yang menarik, gol Mueller hasil dari assist Lahm baru saja dipindah Pep kembali menjadi fullback kanan.

Kesimpulan

Mengawali laga dengan permainan yang di bawah standar Bayern, tidak menghilangkan kemampuan Pep membaca pertandingan. Dia cukup baik memanfaatkan Klopp yang merubah Dortmund lebih menyerang dan kehilangan solid defensive block dari two banks of four yang menjadi andalan selama ini. Tapi kepandaian Pep juga masih terlihat di babak pertama dengan berhasil menghentikan transisi Dortmund ketika menyerang yang selama ini terkenal sangat baik.

 

Apa Pendapatmu?