List of feeds URL

David Soria: Kinclong Bersama Sevilla Menawan di Liga Eropa

14606731362198
Author: Christhoper K.R (twitter: @christhoperKR)

Rabu, 18 Mei 2016 waktu Basel, Swiss menjadi saksi sejarah klub asal Andalusia, Sevilla, merengkuh piala Liga Eropa tiga kali berturut-turut. Bertempat di St. Jakob-Park kandang FC Basel, laga final Liga Eropa antara Liverpool versus Sevilla berhasil dimenangkan oleh Sevilla dengan skor 1-3.

Kesuksesan Rojiblancos, julukan Sevilla, meraih titel piala Liga Eropa tiga kali berturut-turut adalah kepandaian sang entrenador, Unai Emery meramu strategi, taktik dan merotasi pemain. Nama-nama beken seperti Vicente Iborra, Timothée Kolodziejczak, Daniel Carrico, Grzegorz Krychowiak, Kevin Gameiro, Ever Banega, Vitolo, Sebastián Cristóforo, dan Coke berperan sangat vital bak pahlawan dari musim 2013/2014 dan 2014/2015.

Berbanggalah anda sebagai Sevillistas, fans Sevilla, karena mempunyai pemain-pemain berbakat seperti di atas. Tapi satu, jangan lupakan makhluk hidup di bawah mistar gawang. Dia bukan Mas Sergio Rico apalagi Bapak Beto, melainkan sang penjelajah, David Soria Solis.

Soria yang lahir di kota Madrid pernah menempa ilmu bersama Real Madrid Juvenil A musim 2012/2013. Merasa ada yang kurang, Soria akhirnya memutuskan hijrah ke Leicester City u-21 yang berlaga di Reserve League.

Harapan mendapatkan jam terbang lebih bersama The Foxes sirna, pemuda yang lahir pada tanggal 4 April 1993 pulang kampung dan membelot ke Sevilla C. Perjalanan karir yang sangat menyusahkan dan penuh pejuangan, apalagi jarak 1.177 mil yang harus ditempuh dari Madrid sampai Leicester.

Nasib apes Soria bersama Real Madrid Juvenil A dan Leicester City u-21 juga dirasakan di Sevilla C. Akhirnya mukjizat datang ke dirinya. Sevilla Atletico, menjadi klub ke empat yang pernah disinggahinya. Tim cadangan dari klub utama Sevilla FC ini bermain di Segunda Division B (atau divisi 3 Liga Spanyol).

Terkait:  Apa Yang Terjadi Cristiano?

Di musim 2013/2014 saat membela Sevilla Atletico untuk pertama kalinya, klub yang dibela Soria saat itu nyaris degradasi dengan hanya mengumpulkan 43 poin. Musim berikutnya bersama kompatriotnya Sergio Rico, Luismi, dan Juan Munoz, Sevilla Atletico jalan ditempat seperti musim sebelumnya.

Jika ditinjau dari statistik bermain dengan Sergio Rico, Soria lebih jauh mendapatkan jam terbang di Sevilla Atletico. Total hanya delapan kali penampilan Sergio Rico bersama klub yang bermarkas di Ciudad Deportiva Jose Ramon Cisneros Palacios. Sangat jauh dengan Soria yang sudah mengumpulkan 38 kali penampilan dari musim 2014/2015.

Melihat penampilan David Soria (impresif) bersama tim cadangan dari klub utama Sevilla FC, membuat Unai Emery terkesima memanggilnya masuk ke skuad inti. Butuh waktu lama bagi David Soria untuk tampil perdana bersama Los Nervionenses.

Tanggal 2 Desember 2015 saat Sevilla bertandang ke markas klub divisi 3, UD Logrones. Saat itulah Soria bermain untuk pertama kalinya di ajang Copa Del Rey dan pertandingan berakhir dengan kemenangan atas Sevilla, 0-3. Tanggal 18 Februari 2016 Sevilla bermain dirumah sendiri saat kedatangan tamu dari Norwegia, Molde FK, di acara Liga Eropa. Copa Del Rey dan Liga Eropa pertama baginya.

Molde FK, FC Basel, Athletic Bilbao, Shakhtar Donetsk, dan Liverpool menjadi korban keperawanan gawang David Soria yang sulit dikalahkan. Fakta membuktikan bahwa kehebatan David Soria tak tertandingi hingga Sevilla juara tiga kali non-stop.

Lantas kapan si entrenador memakai jasa David Soria di La Liga? Jawabannya belum saatnya. Di La Liga, Unai lebih memilih Sergio Rico ketimbang David Soria. Disitulah terlihat kepandaian Emery merotasi pemainnya. Lalu pertanyaannya, apa rencana selanjutnya?

Terkait:  Pencarian Identitas Argentina Oleh Sabella Di Antara Penyerang Hebat

Juara satu di Liga Eropa tidak cukup bagi David Soria Solis. Sebenarnya masih ada satu lagi rencana yang lebih indah daripada itu. Yakni, mengalahkan raksasa Spanyol dan dunia, FC Barcelona, di final Copa Del Rey. Mampukah David Soria melakoninya?

Apa Pendapatmu?