List of feeds URL

China 1 – 0 Indonesia: 4-4-2 Diamond Timnas Tidak Bekerja Semestinya

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Timnas senior Indonesia akhirnya harus pulang dengan tangan hampa dari lawatan ke China. Kerepotan di awal babak pertama, berusaha bangkit di babak kedua dan akhirnya harus menyerah dan mengakui keunggulan China satu gol tanpa balas sampai menit akhir.

ci

15 Menit Awal

Walaupun mendapat 2 peluang di menit-menit awal, permulaan laga ini bisa dikatakan situasi yang paling membahayakan gawang Timnas selain di 15 menit akhir. Timnas belepotan menutup ruang dan China berhasil mendapat 6 peluang dari open play. Menggunakan 4-3-1-2, pelatih Timnas, Jacksen F. Tiago, memilih high up pressing untuk bertahan melawan skema 4-2-3-1 China. Formasi yang dipakai Timnas ini sebenarnya tidak cocok untuk melakukan high up pressing, karena tidak ada posisi pemain yang pas untuk menutup dua fullback lawan. Tapi Jacksen memodifikasi sedemikian rupa agar strategi ini bekerja, walaupun akhirnya gagal.

Di sisi kanan, Taufiq sebagai salah satu dari tiga gelandang mengambil posisi melebar dan berusaha covering fullback kiri China, Rong Hao. Sedangkan di kiri tugas serupa dibebankan kepada Sanadi untuk covering fullback kanan China, Liu Jianye. Tiga pemain terdepan melakukan pressing kepada dua bek tengah dan satu dari dua gelandang bertahan, sedangkan satu lagi gelandang bertahan China, Zhao Xuri coba ditutup oleh Maitimo. Situasi ini menyisakan 4 vs 4 di belakang dan Timnas tidak mempunyai spareman satupun. Tugas khusus diberikan kepada M. Roby untuk melakukan man marking kepada striker tunggal China, Yu Dabao.

Dari awal high up pressing Timnas langsung bocor dan masalah di awali dari positioning Sanadi yang harus naik jauh melakukan pressing fullback kanan China dan sisi kiri defence Timnas kosong. Ketika di depan pemain China ada yang melakukan movement ke area itu, Maitimo selalu kembali ke belakang menutup, tapi dia malah meninggalkan Zhao Xuri tak terkawal. Dari sini serangan China masuk dan Zhao Xuri seringkali bisa melakukan dribbling bebas karena masing-masing pemain Timnas sudah melakukan covering ke pemain China lain.

Di belakang, Yu Dabao selalu mengajak Roby keluar jauh dari posisinya. Kondisi ini membuat Igbonefo sendirian di tengah. Ketika pemain yang dikawalnya turun menjemput bola, dia tidak bisa mengikuti pemain tersebut. Kombinasi situasi yang ideal buat China, sehingga through pass terus masuk menembus high defensive line Timnas. Beruntung defensive line yang dipakai tidak ekstrem tinggi sehingga Made Wirawan masih bisa menjangkau untuk cepat menutup peluang China.

Menit 15-30

Di menit ke 15, Jacksen merubah taktik dengan tidak menggunakan high up pressing lagi. Timnas masih memakai defensive line yang tinggi, tapi kali ini tiga pemain terdepan tidak berusaha menutup bek tengah China lagi. Mereka berusaha membentuk solid defensive block di tengah dan bergantian menutup double pivot lawan. Tugas pemain lain masih sama tapi sekarang Timnas mempunyai spareman karena Maitimo tidak mempunyai tugas menutup siapapun. Dengan posisi ini, China tidak bisa lagi outplayed Maitimo dan tengah pun semakin rapat. Peluang China dari open play berkurang menjadi 3.

Terkait:  Indonesia U19 0 (7) - (6) 0 Vietnam U19: Timnas Lebih Sabar Dan Akhirnya Membawa Kemenangan

15 Menit Akhir Babak Pertama Dan Gol

Dengan semakin sulitnya menembus pertahanan Timnas, Bo Fu pelatih China merubah taktik yang dipakai di depan. Kali ini empat pemain terdepannya mengambil posisi narrow di tengah untuk memberi ruang untuk dua fullbacknya naik di kedua flank. Seperti pertemuan di Jakarta, mereka juga memakai pola ini di akhir babak pertama. Hasilnya juga serupa, pola ini tidak efektif dan tidak memberi mereka peluang sama sekali dari open play di 15 menit akhir ini.

Di waktu tambahan China membuat perbedaan dengan mencetak gol. Berawal dari throw-in China di sisi kanan Timnas yang banyak menarik pemain ke sisi itu, Timnas kurang baik menutup dan mencegah crossing masuk yang di tinju keluar Made Wirawan dan diterima lagi pemain China. Ketika bola dipindah ke sisi kiri Timnas, Tibo yang berada di sisi itu terlambat menutup crossing kedua. Taktik Bo Fu dengan membuat empat pemain depannya narrow berbuah manis. Empat pemain itu bisa cepat overload kotak penalti dan Timnas gagal menutup dengan baik.

Serangan Timnas

Jacksen memakai 4-3-1-2 di awal untuk laga ini, formasi yang sukses menghancurkan Kyrgyzstan di laga ujicoba. Sayangnya dengan formasi yang sama, Timnas menerapkan cara yang berbeda. Ketika mengalahkan Kyrgyzstan, diamond Timnas begitu hidup dan rotasinya berjalan mulus. Kyrgyzstan tidak mampu manaklukkan empat pemain tengah Timnas dengan tiga pemain tengah miliknya.

Di laga ini Timnas tidak memberi kesempatan diamond-nya berkembang karena jarang sekali terkoneksi dengan umpan. Ketika menguasai ball possession, bola dari belakang langsung dikirim ke depan tanpa melewati empat pemain tengah ini. Dan serangan model seperti ini terbuang percuma. Serangan Timnas yang berhasil menjadi peluang minimal harus melewati satu atau dua dari empat pemain tengah ini, daripada serangan dengan bola yang langsung dikirim ke belakang defensive line China.

Sebenarnya China masih memainkan cara yang sama seperti laga sebelumnya, ketika kehilangan bola, mereka akan melakukan pressing. Tapi jika Timnas berhasil menjaga superioritas jumlah pemain di depan bek tengah, pressing China akan turun cepat dan membentuk defensive block di areanya sendiri. Sekitar menit 30, Bustomi sempat turun membantu tiga rekannya di tengah dan pressing China pun turun. Timnas pun akhirnya bisa build-up serangan dengan baik. Secara keseluruhan masih jauh lebih baik serangan Timnas di laga sebelumnya walaupun sama-sama sedikit menghasilkan peluang. Setidaknya ball possession yang didapat bisa meminimalkan peluang yang diperoleh China.

Terkait:  Belanda (4) - (3) Kostarika: Waspada Jadi Kunci Van Gaal Taklukkan Pinto

Babak Kedua

Di awal babak kedua Timnas masih memakai strategi yang sama. Sedangkan China sedikit merubahnya dengan di depan kembali melebar dan double pivot-nya salah satu turun sejajar bek tengah untuk lepas dari pressing. China mencoba menghindari menembus langsung dari tengah yang cukup padat, kali ini mereka dari belakang mengirim bola diagonal ke flank kepada winger dan memaksa mendobrak masuk lewat sana. Tidak terlalu efektif, tapi China berhasil mendapat dua peluang. Salah satunya karena kesalahan Benny Wahyudi yang sepertinya belum panas setelah baru saja masuk menggantikan Kipuw. Benny masuk karena Taufik dan Kipuw sama sudah mendapat kartu kuning dan Jacksen tidak mau beresiko dengan itu.

Zulham dan 4-3-3

Di menit 57 Jacksen menggunakan plan B dengan memakai 4-3-3 yang juga dipakai di babak kedua di pertemuan sebelumnya. Jacksen memilih menarik Bustomi daripada Jufriyanto untuk digantikan dengan Zulham Zamrun. Boaz berada di tengah dari trio di depan, Tibo di kanan dan Zulham di kiri. Boaz sedikit turun untuk mengambil bola sebelum sprint ke depan untuk menjadi no. 9 lagi, role yang sering disebut false 9. Taktik ini ternyata luar biasa efektif dan menghasilkan setidaknya lima peluang buat Timnas. Peluang banyak didapat Tibo dari sisi kanan, tapi sayang eksekusinya tidak maksimal.

Dengan tiga forward yang berdiri melebar, China sulit menutup ketika harus bertahan dengan dua gelandang dan dua bek tengah ketika dua fullback-nya naik. Akhirnya China pun tidak menaikkan fullback-nya ketika menyerang dan memberi keuntungan untuk defence Timnas. Ketika bertahan dengan backfour pun China masih lemah karena harus berhadapan dengan tiga forward yang berdiri melebar.

 

Seperti yang saya tulis sebelumnya, empat pemain belakang ini mengambil posisi rapat ke tengah dan selalu menyisakan space di flank. Dari sisi itu Tibo dan Zulham mudah masuk dan menghasilkan peluang. Selain itu skema ini juga menawarkan dua natural width yang memudahkan build up serangan karena akan menarik melebar defence lawan dan mengurangi kepadatan di tengah. Dua wide forward juga memberikan sudut passing yang bagus untuk menusuk masuk defence lawan jika di final third.

Terkait:  Atletico Madrid 0 - 0 Chelsea: Simeone Gagal Menebak Rencana Mourinho

4-2-1-3 dan Samsul Arif

Di menit 76 Samsul Arif masuk menggantikan Jufriyanto dan mengubah formasi Timnas menjadi 4-2-1-3. Formasi yang memberi Timnas gol balasan sewaktu di Jakarta, dengan posisi Bustomi sekarang diisi oleh Boaz. Sekarang Maitimo dan Taufiq berduet sebagai double pivot di tengah. Skema ini langsung memberi hasil dengan peluang matang yang didapat Boaz. Samsul yang berposisi di tengah di antara trio pemain depan, bisa memberi set up ruang buat Boaz di depan backfour China.

Sayangnya formasi yang diisi empat pemain yang bertipe striker ini malah berefek buruk kepada Timnas. Boaz tidak cukup baik melakukan link-up dan cepat naik ke depan. Dengan empat pemain di depan dan hanya dua di tengah, serangan Timnas kembali direct dan mudah diantisipasi China dengan menumpuk pemainnya di belakang. Hingga akhir laga Timnas tercatat hanya menambah satu peluang. Sebaliknya China kembali banjir peluang melalui counter attack memanfaatkan tidak seimbangnya lini tengah Timnas dalam transisi bertahan. Tapi tidak ada gol yang terjadi walaupun mereka mendapat 5 peluang tambahan dan satu membentur tiang.

Kesimpulan

Timnas menunjukkan inisiatif yang bagus untuk berusaha menang di kandang China dengan high up pressing di awal laga. Tapi kurang beruntung pihak lawan cepat sekali menemukan lubang dari sistem yang dipakai Timnas. Perubahan skema oleh Jacksen dan semangat Timnas untuk menyamakan kedudukan pun patut diacungi jempol.

Tapi saya sedikit menyayangkan strategi Timnas yang kurang pas. Jika memilih 4-3-1-2 mungkin lebih baik defence Timnas lebih dalam. Lain halnya jika memakai 4-3-3 yang punya wide forward dan secara natural bisa cover fullback lawan, Timnas harus high up pressing dan memaksa double pivot China melakukan kesalahan. Karena itulah strategi yang membuahkan gol di Jakarta dan sudah saya tulis di seri Membedah China sebelumnya. Sayangnya ketika Zulham masuk dan sistem menjadi 4-3-3,  Timnas tetap tidak melakukan high up pressing. Timnas mendapat peluang, tapi bukan peluang yang cukup matang yang mudah menjadi gol.

 

Highlights Pertandingan

Apa Pendapatmu?