List of feeds URL

Chelsea 1 – 3 Atletico Madrid: Manuver Tak Terbendung Simeone Untuk Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Stadion Stamford Bridge di London menjadi pentas bagi Diego Simeone untuk menunjukkan kebolehannya meramu strategi. Atletico Madrid dengan meyakinkan menang 3-1 atas Chelsea yang dipimpin Jose Mourinho, untuk melangkah ke fase final Liga Champions musim ini. Simeone berhasil memperbaiki kesalahannya di leg pertama dan berhasil mengontrol arah duel ini sepenuhnya.

ca

Tidak bisa dipungkiri jika Simeone mempersiapkan timnya untuk laga ini dengan sangat baik. Komposisi pemain yang diturunkan kali ini luar biasa fleksibel untuk beberapa skenario yang terjadi di lapangan. Pria Argentina ini dengan leluasa merubah tiap detail strateginya dengan manis tanpa harus membuka kelemahan setelahnya.

Simeone juga terbantu dengan dilema yang dihadapi oleh Mourinho setelah di leg pertama berakhir tanpa gol. Chelsea harus memilih antara bermain tertutup dan memilih aman, atau memforsir serangan untuk mendapatkan kemenangan dalam tempo 90 menit, namun bisa juga kecolongan gol kandang. Sedangkan pekerjaan Atletico lebih sederhana, karena gol pertama yang bisa dicetak harus dikejar dua gol oleh Chelsea.

Di luar dugaan, Mourinho menyelesaikan dilema ini dengan strategi yang unik. Selain belum pernah dipakai, komposisi ini juga banyak berubah dari pertemuan sebelumnya, walaupun skemanya tetap 4-3-3. Willian dan Ramires yang di pertemuan pertama berperan sebagai winger, kali ini didorong menjadi gelandang tengah. Perubahan ini untuk menambah power serangan balik dengan mengakomodasi masuknya Eden Hazard di sayap kiri. Sedangkan Cesar Azpilicueta dijadikan sayap kanan. Cukup mengejutkan jika memang ini cara Mourinho mendapatkan keseimbangan walaupun di lapangan hasilnya sangat baik, bahkan sisi kanan Chelsea lebih efektif mengasilkan peluang daripada sisi kiri.

Di pihak lain, Simeone juga melakukan beberapa perubahan yang cukup efektif dengan tidak mengulangi kesalahan di leg pertama. Konsentrasi pelatih yang akrab disapa Cholo ini adalah bagaimana membuat duet strikernya tidak lagi tenggelam di antara pemain belakang Chelsea seperti pertemuan sebelumnya. Adrian dipilih karena dia bertipe gelandang serang daripada Raul Garcia yang seorang poacher. Diego Ribas yang beroperasi di tengah juga tidak lagi dipakai, untuk menghindari bentuk pertahanan Chelsea menjadi compact jika terlalu sering menekan di tengah. Sebagai gantinya, Simeone memakai Arda Turan yang lebih baik ketika di sayap. Sedangkan Thiago Mendes masuk menggantikan Gabi Fernandez yang terkena larangan bermain.

Terkait:  Indonesia U19 2 - 0 Filipina U19: Dominasi Penuh Tapi Minim Gol

Semangat memberi ruang kepada duet penyerang ini membuat Atletico bermain dengan cara yang sangat berbeda. Diego Costa dan Adrian sebagai duet striker selalu memulai posisinya dari flank yang sama. Tidak ada poacher di depan karena memang Atletico tidak berencana memakai banyak crossing kali ini, tercatat hanya delapan kali mereka membuat crossing sepanjang laga.

Serangan akan selalu mengarah di posisi flank dimana dua striker ini berada. Dari flank itu juga mereka berusaha menyelesaikan serangan, dengan berusaha membebaskan salah satu pemain untuk menerima bola dalam posisi mencetak gol. Di awal laga tercatat dua kali Diego Costa berasil lolos di kedua sisi flank, namun kedua tembakannya berhasil diblok.

Agar strategi ini berhasil, Atletico berupaya melakukan overload flank dan selalu mengusahakan lebih superior dalam jumlah pemain di area itu, daripada jumlah pemain Chelsea. Selain dua striker, mereka juga menambahkan dengan fullback yang overlap dan juga winger dari flank yang berlawanan bergerak ke sisi itu. Situasi ini membuat minimal ada lima pemain Atletico di satu flank. Hal ini memaksa Chelsea juga memakai bek tengahnya untuk ikut menutup, yang akhirnya membuat bentuk pertahanan jauh dari ideal. Karena serangan Atletico lebih sering ke arah Branislav Ivanovic, maka Gary Cahill lah yang harus bekerja keras menutup siapapun pemain Atletico yang berhasil lolos.

Lanjut halaman: 1 2 3

Apa Pendapatmu?