List of feeds URL

Catatan Laga Timnas U19 Lawan Laos U19

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Walaupun bisa menang empat gol tanpa balas, Timnas U19 sebenarnya disuguhi malam yang tidak menyenangkan oleh Laos, terutama di babak pertama. Perubahan yang dilakukan Indra Sjafri membawa Garuda Muda menekan balik Laos dan akhirnya menang besar.

1. Laos Energetic Pressing

Melihat cara bermain Laos sebenarnya sangat mirip dengan cara yang ditunjukkan Vietnam. Bermain dengan 4-2-3-1, defensive line yang tidak terlalu tinggi, peran dua winger yang advance bergerak ketika bertahan, satu dari double pivot-nya aktif naik dan pressing yang sangat ketat. Efek yang ditimbulkan terhadap Timnas pun sama, lini tengah tidak bisa bekerja dengan baik. Satu perbedaan yang ada dengan Vietnam adalah Laos tidak mempunyai pemain-pemain kreatif seperti Vietnam.

Laos melakukan pressing dengan enam pemain terdepannya melawan tujuh pemain tengah dan belakang Timnas, meninggalkan situasi 4 vs 3 di belakang pertahanannya yang tidak terlalu naik. Tidak ada man marking dalam pressing Laos, sisi kiri dan kanan bergantian naik jika bola di areanya dan dua sisi ini akan ke dalam jika bola di tengah.

Di belakang dengan defensive line yang tidak terlalu naik menyebabkan sulit bagi Timnas untuk mengirimkan bola karena ruang di belakang pemain belakang tidak terlalu luas. Tapi bukan berarti pertahanan Laos solid ketika menerima bola panjang, Ilhamudin dan Muchlis Hadi beberapa kali mencuri bola dan mengancam gawang Laos, termasuk pelanggaran kiper Laos kepada Muchlis sebelum gol pertama terjadi.

 

2. Hargianto, Ilhamudin Dan Maldini

Semua pemain belakang dan tengah Timnas mendapatkan tekanan yang sama karena pemain Laos yang aktif sekali bergerak melakukan pressing. Timnas juga berusaha bermain tenang dengan tidak terburu-buru mendorong bola ke depan dan berusaha melakukannya secara terencana.

Terkait:  Melihat Pola Serangan Brazil Dari Laga Kontra Panama

Dari tiga pemain tengah, Hargianto terlihat kesulitan menyesuaikan permainan dengan tempo yang berjalan. Hargianto tidak terlalu buruk jika bermain di area sendiri, tapi kesulitan jika harus menyuplai bola ke depan. Hal yang cukup mengganggu adalah dia sering tertinggal dari pemain Laos ketika harus melindungi backfour. Satu blundernya mengantisipasi umpan Hansamu Yama hampir membuat Laos menyamakan skor.

Ilhamudin dan Maldini dua wide forward andalan Indra Sjafri dalam pertandingan ini bisa dibilang under perform. Dengan pemain tengah Laos yang melakukan pressing ke depan, sebenarnya mereka sering dalam posisi 1 on 1 dengan fullback Laos namun sering gagal mengeksekusinya dengan baik.

3. Set Pieces

Melawan tim yang di atas kertas inferior, Timnas hampir selalu bisa mendapatkan keuntungan dari set piece yang dieksekusi dengan baik. Evan Dimas terus menjadi set piece taker buat Timnas dan berhasil membuat lima sampai enam peluang. Satu menjadi gol dari prosesi ini ketika Muchlis Hadi menanduk sempurna umpan freekick Evan Dimas dan menjadi gol pembuka.

4. Perubahan Timnas

Indra Sjafri melakukan dua perubahan penting di pertengahan laga. Perubahan pertama menggantikan Hargianto dengan Paulo Sitanggang di akhir babak pertama. Pergantian ini mirip dengan taktik Indra Sjafri ketika melawan Vietnam, mungkin dikarenakan Laos juga memakai taktik yang serupa. Zulfiandi sekarang menempati posisi gelandang bertahan, Evan Dimas mempunyai area main lebih luas untuk naik turun, Paulo Sitanggang di depan Evan ketika build up dan sering sejajar ketika bola berhasil masuk.

Paulo selalu di depan Evan ketika Timnas menyusun serangan dengan Evan yang terlebih dahulu mengumpulkan bola di tengah bersama Zulfiandi. Adanya Paulo membuat Timnas mempunyai dimensi serangan baru karena peran Evan yang lebih advance dengan naik turun, berbeda ketika Zulfiandi di posisi itu yang lebih statis dan bermain horizontal. Satu momen ketika Evan cepat naik menerima umpan heading dari Paulo dan gelandang bertahan Laos tertinggal, Evan berhasil mengirimkan umpan ke Muchlis Hadi yang dikonfersikan menjadi gol kedua yang sangat cantik.

Terkait:  Bola Atas Yang Bukan Lagi Musuh Mengerikan Timnas Indonesia U-19

Perubahan penting kedua ketika Fahri Albaar menggantikan M. Sahrul di awal babak kedua. Pergantian ini membuat Putu Gede menjadi bek tengah dan Fahri menggantikannya sebagai fullback kanan. Fahri jauh lebih agresif naik daripada Putu Gede, pergerakan ini membuat sisi kanan Timnas lebih hidup dari sebelumnya. Dengan adanya satu teman untuk mengurangi marking lawan, Maldini pun jadi terus dapat ruang untuk berkembang, salah satunya dengan satu assist untuk gol ketiga yang dicetak oleh Paulo Sitanggang.

 

2 Responses to Catatan Laga Timnas U19 Lawan Laos U19

  1. Rief Hidayat says:

    Sepertinya pada pertandingan selanjutnya dengan menjadikan Fahri Albaar starter bisa memberikan opsi penyerangan yang lain melalui fullback, agar tidak hanya mengandalkan Maldini di sayap kanan saja

    • dribble9 says:

      Bisa jadi opsi. Tapi sebenarnya Putu Gede yang bek tengah dijadikan fullback kanan tujuannya buat imbangi Fatchurohman yang lebih agresif di kiri.

Apa Pendapatmu?