List of feeds URL

Barcelona 1 – 1 Atletico Madrid: Duel Taktik Level Top Di Laga Penentuan Gelar

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Setelah 18 tahun menunggu, Atletico Madrid berhasil memastikan diri merebut trofi La Liga lagi musim ini. Perjuangan yang tidak mudah, karena mereka harus menerobos dominasi dua penguasa permanen sepakbola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Bahkan mereka harus melewati perlawanan Barcelona dulu di Camp Nou tepat di pekan terakhir sebelum resmi merengkuh gelar, dan kali ini mereka melakukannya dengan berkelas.

Partai penentu gelar ini jadi gampang-gampang susah untuk Atleti. Mereka punya catatan yang baik ketika bertemu Barcelona sepanjang musim, dengan seri empat kali dan menang sekali, yang artinya El Barca selalu gagal mengalahkan mereka. Tapi kekalahan Real Madrid pekan sebelumnya, secara tidak langsung menghidupkan lagi peluang Barca untuk memenangi musim ini. Walaupun Atleti hanya butuh hasil seri, situasi ini memastikan mereka akan menemui Barca yang sekarang mempunyai motivasi lebih, dengan masih adanya trofi tersisa yang bisa disabet di musim yang buruk.

Hal yang unik dari serunya perburuan gelar La Liga kali ini adalah ternyata di akhir musim bukannya kita disuguhi aksi saling sikut oleh tiga kontestan juara, tapi lebih ke munculnya masalah fitnes yang dialami ketiganya. Masing-masing tim terus gagal menang di dua pekan terakhir yang disebabkan banyaknya pemain kunci yang cedera.

ba

Masalah tersebut juga masih berlanjut di pekan terakhir ini. Tata Martino tidak bisa menurunkan Xavi, Jordi Alba dan Neymar sejak awal. Sebagai catatan, Neymar adalah satu-satunya pemain Barca yang bisa membuat gol ke gawang Atleti musim ini. Sedangkan Diego Simeone terpaksa memakai Diego Costa dan Arda Turan menjadi starter, walaupun akhirnya kedua bintang Atleti ini tidak ada yang bisa bertahan di lapangan ketika peluit akhir babak pertama ditiup wasit.

Terkait:  Pep Guardiola Menjelaskan Perubahan Posisi Messi

Pendekatan Atletico Madrid

Simeone masih memakai bentuk dasar seperti biasanya, yang memakai skema 4-4-2, dengan coba solid ketika bertahan,  menyusun two banks of four yang lini tengahnya menyempit ke tengah dan fullback melebar. Memang sebenarnya tidak ada alasan buat Simeone untuk merubah resep sukses menghadapi Barca selama ini.

Lanjut halaman: 1 2 3 4 5

Apa Pendapatmu?