List of feeds URL

Atletico Madrid 1 vs 1 Barcelona: Simeone Mengunci Busquets

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Laga final leg pertama Supercopa De Espana 2013 ini mempertemukan dua pelatih asal Argentina, Diego Simeone dan arsitek anyar Barcelona Tata Martino. Ini pertemuan pertama mereka berdua. Sejarah pertemuan Simeone melawan Barcelona sebelumnya tidak menyenangkan, tiga kali kalah. Namun kali ini Simeone menemukan cara paling efektif untuk meredam tiki-taka Barcelona.

Formasi

863

Selalu kalah, Simeone terus merubah pola main Atletico setiap kembali bertemu Barcelona. Belajar dari dua laga sebelumnya, Simeone tidak lagi memakai 4-4-2 dengan empat gelandang tengah main narrow. Atletico akhirnya dibantai 1-4 karena membiarkan dua fullback Barcelona dapat space.

Simeone lebih sukses dengan memakai 4-5-1 saat bertahan dan 4-3-3 saat menyerang seperti di pertemuan terakhir dengan hasil 1-2. Saat itu Atletico berhasil memaksa El Barca hanya mendapat 58% possession dengan menekan sejak dari area mereka 90 menit walaupun akhirnya kalah karena satu gol Barcelona hasil dari bunuh diri Gabi.

Kali ini Atletico tetap memakai 4-5-1 saat bertahan tapi pakai 4-2-3-1 saat menyerang dengan Koke dibelakang David Villa, Arda Turan di kiri dan Diego Costa di kanan. Barcelona tetap menggunakan 4-3-3 dengan skuad yang bisa dibilang terkuat saat ini daripada pertemuan terakhir yang tanpa Xavi, Pedro, Busquets dan Mascherano. Tapi pola ini terus berubah sepanjang pertandingan merespon cara Atletico bertahan.

 

Villa vs Busquets

Di laga ini Atletico tidak melakukan pressing dari atas, mereka memilih untuk menunggu Barcelona masuk di area mereka. Dengan empat bek dan lima gelandang, Atletico cukup baik menjaga defensive width mereka melawan tim yang sangat advance dalam bola-bola horizontal ini. Defence line di set tepat di depan kotak penalti dan gelandang tidak terlalu jauh di depan defender.

Terjadi situasi 4 vs 3 antara backfour Atletico  dengan trio forward Barcelona, Pedro – Messi – Sanchez. Di kondisi normal dengan seorang Messi di tengah trio ini, Barcelona akan tetap berbahaya. Tapi tidak di laga ini. Jarak yang sempit di channel antara dua line pertahanan Atletico membuat trio ini terisolasi dan tidak mendapatkan ruang. Pemain tengah Atletico siap ikut merebut bola jika mereka dapat umpan. Barcelona tentu tidak akan buang-buang possession dengan memaksakan passing ke mereka.

Terkait:  Belajar Taktik: Membangun Tembok Kokoh 4-4-2 Ala Diego Simeone

Tapi bukan itu saja rencana Simeone buat Tata Martino. Ada tiga instruksi man marking dari Simeone untuk Barcelona. Dua winger, Diego Costa dan Arda Turan, melakukan man marking terhadap dua fullback Barcelona dan David Villa melakukan man marking terhadap Busquets. Efek yang paling besar adalah tidak berkutiknya Busquets oleh Villa yang membuat Tata Martino merubah wajah build up serangan Barcelona.

Satu diantara tiga gelandang tengah Atletico akan naik melakukan covering ke siapapun pemain tengah Barcelona yang turun ambil bola. Di Barcelona peran membagi bola lebih sering dilakukan Xavi dan dia tidak punya banyak waktu untuk lama dengan bola. Opsi passing paling ideal adalah Busquets karena dia tepat di tengah dan bisa memindah bola ke sisi lapangan yang berlawanan. Tapi hal ini jadi sulit dengan Villa yang selalu dekat dengan Busquets.

Opsi lain adalah passing ke dua bek tengah, Pique dan Mascherano. Tapi bola kembali ke belakang terlalu jauh akan menghilangkan momentum serangan yang sudah dibangun. Barcelona kehilangan ritme dan mudah kehilangan bola ditengah. Atletico bisa mencuri gol dari counter attack. Tata Martino merespon dengan menarik Busquets lebih ke belakang menjauhkannya dari Villa dan mendorong naik dua bek tengah agak naik menjadi passing option baru. Untuk menggantikan peran Busquets, Iniesta di dorong ke tengah.

 

 Costa Dan Turan Work Rate

Dengan Pique dan Mascherano yang sekarang punya izin untuk naik bergantian serta Messi turun menjalankan fungsi false nine, sekarang lima gelandang Atletico harus menjaga lebih banyak orang di tengah. Ini seharusnya memberi ruang kepada Alba dan Alves untuk berkembang. Barcelona seharusnya mendapatkan attacking width dan mendapatkan ritmenya lagi.

Terkait:  Susah Payah Ancelotti Mengantar Madrid Meraih La Decima

Tapi fakta di lapangan berbicara lain. Costa dan Turan selain harus double up tiga gelandang tengah Atletico, ternyata mereka juga masih bisa tracking back Alba dan Alves walaupun sampai kotak penalti. Aksi ini seringkali berhasil dan mengawali counter attack Atletico. Mereka berdua tidak main 90 menit, digantikan di akhir menit 70-an. Masuk akal dengan beratnya peran yang mereka berdua mainkan ketika bertahan dan menyerang.

 

Atletico Attack

Satu strategi yang jelas tergambar dari cara Simeone memberi instruksi adalah Atletico tidak melakukan short goalkick dan tidak terlalu lama membawa bola di area sendiri ketika build up serangan. Melihat pertandingan terakhir Barcelona yang sekarang kembali memakai high up pressing, Simeone ingin menghindari ini. Memanfaatkan tinggi badan Diego Costa yang juga hanya melawan Alba dan Mascherano, pemain belakang Atletico terus mengirim bola panjang ke dia. Ini terus dilakukan sepanjang laga karena memang efektif.

Atletico yang memang sudah unggul sejak awal, tidak mendorong banyak pemain untuk naik menyerang. Sering kali Atletico hanya menyerang dengan empat pemain terdepannya, Turan, Koke, Villa dan Costa. Koke dan Arda Turan selalu berusaha terhubung. Beberapa kali Arda Turan masuk ke tengah karena Koke membantu Costa di kanan. Costa sendiri selalu ambil posisi jauh di kanan. Dia baru masuk ke tengah jika Koke bergerak ke kanan.

Ketika melakukan counter attack pun Atletico hanya memakai empat pemain ini saja. Tapi yang menarik adalah Simeone menyusun skema counter attack nya berbeda dengan tim lain ketika melawan Barcelona. Walaupun jadi pemain terdepan, David Villa tidak lantas mencari ruang dan berlari ke depan untuk menerima umpan panjang. Dia malah cenderung turun untuk melakukan link up buat Koke dan Arda Turan untuk bisa naik dengan umpan pendek. Di kanan Costa dengan speed-nya lebih yang sering lari vertical dan buka defence Barcelona walaupun dia masih jauh di pertahanan sendiri menjaga Alba. Berhasil melakukan sembilan shot tentu cukup bagus buat kuartet ini, Barcelona sendiri hanya melakukan delapan shot.

Terkait:  Catatan Dari Laga Timnas Melawan Kyrgyzstan (4-0)

 

Lucky Neymar

Juan Fran tidak menyadari Neymar di belakangnya.

Juan Fran tidak menyadari Neymar di belakangnya.

Tidak ada perubahan untuk babak kedua oleh Atletico, mereka bermain dengan pemain yang sama dan pola yang sama. Di sisi Barcelona masuknya Fabregas menggantikan Messi memberi Tim mereka sudut serangan baru. Posisi awal Fabregas sama seperti Messi, di tengah dan di cover dua centerback Atletico. Tapi tidak seperti Messi yang bergerak ke belakang, Fabregas terus cari space di channel sempit antara dua line pertahanan Atletico. Tercatat dua kali dia mendapat bola dan menghasilkan peluang.

Neymar masuk menggantikan Pedro. Tidak terlalu banyak yang dihadirkan Neymar, dia hanya menghasilkan satu shot buat Barcelona. Neymar tidak terlalu statis di right wing, beberapa kali dia bergerak ke tengah untuk beri space Alba untuk naik. Tapi ada satu keberuntungan yang dibawa Neymar untuk Barca yang berbuah sebuah gol. Berawal dari counter attack di flank kiri, Neymar mendapat bola dan dijatuhkan Juan Fran. Walaupun neymar tidak bisa langsung berdiri dan kesakitan, wasit memberi advantage karena bola jatuh di kaki Iniesta. Bola berpindah ke Alves di kanan dan dia mengirim crossing ke tiang jauh. Kesalahan yang dilakukan Juan Fran adalah dia tidak menyadari kalau Neymar sudah berdiri dan cepat mengeksekusi umpan Dani Alves tadi dan membuat laga ini draw.

 

Kesimpulan

Satu pertandingan awal yang dihadapi oleh Tata Martino melawan tim yang selevel. Martino bisa dibilang sukses dengan beberapa perubahan yang dilakukan untuk mengejar satu gol Atletico. Simeone sendiri berhasil mendapat pola yang tepat untuk melawan El Barca di pertemuan keempatnya ini. Tapi gol away yang diperoleh Barcelona akan menyulitkan Atletico di Camp Nou.

 

Apa Pendapatmu?