List of feeds URL

Atletico Madrid 0 – 0 Chelsea: Simeone Gagal Menebak Rencana Mourinho

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Episode leg pertama semifinal Liga Champions Eropa musim ini dibuka dengan hasil kacamata antara Atletico Madrid melawan Chelsea. Undian yang mempertemukan dua tim yang sama fokus di pertahanan ini menghasilkan laga yang tidak terlalu menghibur, tapi sarat duel taktik dari Diego Simeone dan Jose Morinho, dua maestro yang menganggap transisi adalah segalanya dalam sepakbola.

ac

Belum juga peluit kick-off ditiup, Jose Mourinho sudah memberi kejutan buat Diego Simeone. Pelatih asal portugal ini mengambil keuntungan dengan status tandang Chelsea di leg pertama, untuk memilih bagaimana game dimainkan. Mourinho memakai 4-3-3 namun dengan susunan pemain yang sangat defensive, tanpa menyertakan Oscar dan Eden Hazard, sehingga bisa memainkan David Luiz, Frank Lampard dan Obi Mikel sekaligus. Dengan bertahan, The Blues bisa bermain dengan cara terbaik mereka, sekaligus memaksa Atletico keluar menyerang dan tentu saja tidak tampil maksimal.

Pendekatan Mourinho yang bertahan total ini mungkin tidak sempat terpikir oleh Simeone. Mantan pemain Lazio ini mungkin bersiap dengan game yang sedikit lebih terbuka dengan memilih Diego Ribas yang bertipe passer daripada Arda Turan. Simeone juga memakai Raul Garcia daripada David Villa, untuk memberi Diego Costa kesempatan mengeksploitasi ruang di depan bek lawan, sementara Garcia sebagai poacher. Pendekatan Simoene sama sekali tidak berjalan, terutama di babak pertama karena Koke dan Diego Ribas sama bergerak ke tengah dan mempermudah Chelsea mengisolir Costa dan Garcia.

Chelsea Isolasi Diego Costa Dan Raul Garcia

Tapi keuntungan yang didapat Mourinho di awal laga ini ternyata tidak membawa mereka terlalu jauh. Chelsea bertahan sangat baik tapi kehilangan power untuk melakukan serangan balik. Mourinho dihadapkan pada dilema sepakbola modern ketika menghadapi lawan dengan dua striker, tapi sepertinya keputusan yang diambil kurang efisien dan gagal memberi keseimbangan Chelsea dalam bertahan dan menyerang.

Terkait:  Oman U19 Memaksa Timnas U19 Menaikkan Level

Mourinho memutuskan memakai keempat beknya rapat di tengah untuk menutup dua striker Atletico. Chelsea berhasil kokoh di belakang dengan situasi 4 vs 2, di tambah lagi David Luiz dan Obi Mikel yang sangat rapat dengan barisan belakang. Tapi efek buruknya ada pada Ramires dan Willian, yang kali ini sebagai winger, harus turun jauh menutup flank di defensive third. Walaupun Filipe Luis dan Juan Fran konstan overlap mengambil peran lebar lapangan Atletico karena Koke dan Diego Ribas terus ke tengah, posisi dua winger Chelsea tidak memungkinkan mendukung Fernando Torres ketika counter attack.

Serangan balik Chelsea sendiri lebih sering dilakukan dengan memberi Torres bola panjang di area Atletico dan berharap dia mendapatkannya. Torres sekali lolos di akhir laga sebelum dijatuhkan Miranda di depan kotak penalti, selebihnya tidak banyak yang menjadi peluang. Setelah laga, Mourinho berujar jika dia tidak mengharap pemainnya terlalu lama dengan bola karena baiknya pressing Atletico. Jadi ketika dapat kesempatan build-up attack pun Chelsea otomatis tidak menghasilkan apa-apa.

Babak Kedua

Di babak kedua, Simeone memperbaiki kesalahannya menyusun starting line-up dengan menarik Diego Ribas dan memasukkan Arda Turan. Pemain asal Turki ini selalu bergerak tapi sangat mudah ditemukan di flank. Dengan mudah dia menarik perhatian Ashley Cole atau Cesar Azpilicueta untuk keluar dari kotak penalti, setidaknya perubahan ini membuat defensive block Chelsea bergerak. Crossing Atletico mulai menemukan sasaran dengan tiga peluang berurutan yang didapat Raul Garcia, sayang semua tandukannya melambung.

Terkait:  Real Madrid 3 - 4 Barcelona: Sama Tajam Di Depan Rapuh Di Belakang

Perubahan terakhir dari Simeone adalah mengganti Raul Garcia dengan David Villa untuk membuat Diego Costa menjadi target-man lagi. Pemain kelahiran Brazil ini sempat mendapat peluang heading bagus di akhir laga, namun tidak berhasil memberi Atletico Keunggulan.

Kesimpulan

Diego Simeone salah menebak apa yang akan dilakukan Mourinho, sehingga timnya lebih banyak bermain dengan skema yang tidak pas untuk memecah pertahanan Chelsea. Masuknya Arda Turan dan David Villa menjadi skema terbaik miliknya, namun sayang tidak banyak waktu yang tersisa untuk mendapat gol.

Melihat Mourinho memainkan sepakbola defensive merupakan hal biasa, tapi kali ini terlalu defensive dan sampai mereka sendiri tidak mampu melakukan serangan balik. Tidak ada yang tahu apa dia mempersiapkan barisan penyerangnya untuk melawan Liverpool di akhir pekan atau tidak. Menarik juga melihat Mourinho di semifinal Liga Champions selalu mempersembahkan batu karang buat lawan, walaupun terkadang dia mempunyai skuad yang lebih baik.

Apa Pendapatmu?