List of feeds URL

AC Milan 1 – 1 Barcelona: Saling Tahu Dan Berakhir Imbang

Author: Rochmat Setiawan (twitter: @dribble9)

Episode baru rivalitas antara AC Milan dan Barcelona berakhir sama kuat di San Siro dini hari tadi. Barcelona sempat di kejutkan gol cepat Milan oleh Robinho sebelum akhirnya Messi menyamakan kedudukan sebelum jeda.

Tiga musim terakhir harus selalu bertemu, AC Milan cukup beruntung dengan terus di pegang pelatih yang sama, Massimo Allegri. Sedangkan Barcelona selalu berganti pelatih tiap musim. Tapi kelihatannya hal ini bukan masalah besar buat pelatih baru Barcelona, Tata Martino, karena sepertinya dia sudah mempelajari benar pertemuan kedua tim musim lalu.

Di pertemuan pertama musim lalu di San Siro, Barcelona dipaksa menelan kekalahan 0-2 oleh gol Kevin Prince Boateng dan Muntari. Di pertandingan itu Allegri berhasil membuat Barcelona yang dipimpin Jordi Roura tidak berkutik sama sekali. Milan memasang defensive line yang cukup rendah, tapi lima gelandangnya menekan lini tengah Barcelona sampai posisi yang cukup jauh. Dengan pendekatan seperti ini, Milan berhasil memaksa tiga forward Barcelona terpisah dari midfielder-nya dan membuat Messi tidak terlihat.

Di pertemuan kedua di Camp Nou, Barcelona dengan cerdik mengubah strategi mereka dan membenamkan Milan empat gol tanpa balas. Pendekatan yang mereka lalukan adalah dengan menaruh satu pemain di depan Messi dan membebaskannya dari marking centerback Milan. Sedangkan Milan sendiri yang masih bermain dengan cara yang sama dengan midfielder yang naik melakukan pressing, kelabakan menutup space yang dimiliki Messi yang akhirnya membuat dua gol cepat.

Respon Allegri

Kali ini sepertinya Allegri yang memulai lebih pro aktif daripada Tata Martino. Barcelona memakai pendekatan yang sama dengan ketika mereka membantai Milan sebelumnya. Alexis Sanchez diplot untuk sering di tengah dan di depan Messi daripada di kanan, oleh karena itu Kevin Constan lebih sering terlihat berduel dengan Dani Alves daripada dengan Sanchez. Tapi Allegri sudah menyiapkan taktik dengan belajar dari kekalahan sebelumnya. Kali ini dia membuat Milan bermain dengan high defensive line untuk membuat dua baris pertahanannya rapat.

Terkait:  Melihat Cara Jurgen Klopp Mematikan Serangan Bayern

Milan cukup baik memainkan taktik ini dan sekali lagi membuat Messi tidak berkutik. Walaupun Alexis Sanchez sudah menahan bek tengah Milan, kerapatan defensive Milan membuat Messi lebih sering di depan Midfielder Milan dan  kesulitan mendapat ruang untuk masuk. Melihat cara Milan bermain, Tata Martino sempat melakukan variasi dengan Neymar, Messi dan Sanchez di tengah. Beberapa peluang bisa di dapat dengan cara ini tapi sangat tidak balance di sisi defence ketika mendapat serangan balik.

Di sisi penyerangan walaupun Allegri memainkan Kaka, dia menyusun tiga forwardnya melebar dengan kombinasi Kaka di kiri, Robinho di tengah dan Valter Birsa di kanan. Milan sering langsung mengarahkan bola ke Robinho. Meski sering berduel udara dengan Pique, di luar dugaan strategi ini sangat efektif. Gangguan yang diberikan oleh Robinho membuat Pique sering melakukan kesalahan dan memberikan Milan kesempatan counter attack. Satu kesalahan yang paling fatal adalah ketika Pique salah melakukan koordinasi dengan Mascherano ketika melakukan clearence. Dibantu Kaka yang meluncur cepat ke depan, akhirnya Robinho membuat Milan unggul di awal pertandingan.

Dari tiga gelandang Milan, hanya Muntari yang bisa masuk sampai kotak penalti. Sedangkan De Jong mengontrol serangan dari tengah dan Montolivo dari kanan bersama Birsa. Sedangkan selain counter attack, Robinho juga cukup cerdik selalu memanfaatkan space yang ditinggalkan Busquet yang terus naik melakukan pressing hampir ke semua pemain tengah Milan.

Kaka menjadi outlet utama serangan Milan. Menjadi outside forward kiri, pace dan skillnya membuat Dani Alves melewati babak pertama dengan tidak menyenangkan. Ketika cut in ke tengah, kombinasinya dengan Robinho dan Muntari memanfaatkan space yang ditinggal Busquets memberi Milan beberapa peluang, termasuk gol Muntari yang dianulir karena offside.

Terkait:  Arab Saudi 1 - 0 Indonesia: Bertahan, Bertahan, Kebobolan Dan Kalah

Barcelona Kembali Melebar

Cukup kerepotan dengan serangan dan counter attack Milan di babak pertama, Tata Martino membuat Barcelona bermain melebar lagi untuk mengurangi kerapatan di tengah pada babak kedua. Bergantian Sanchez dan Messi berada di kanan dan tengah. Bermain seperti ini juga memberi kesempatan Dani Alves lebih baik untuk tracking Kaka jika Milan mendapatkan counter attack karena dia tidak terlalu naik.

Perubahan dari Tata Martino ini juga merubah cara Barcelona menyerang. Sekarang mereka lebih berkonsentrasi masuk lewat flank melalui kombinasi Messi atau Sanchez dengan Alves di kanan dan Neymar dengan Adriano di kiri. Serangan lewat flank ini lebih efektif buat Barcelona karena bisa menghasilkan empat shot on target. Sedangkan di babak pertama hanya mendapat satu shot on target.

Pergantian taktik ini juga di respon Allegri dengan kembali membuat defensive line turun dan midfielder pressing naik, untuk mendapatkan efek yang sama seperti laga pertama musim lalu. Tapi perubahan taktik ini sempat menimbulkan masalah karena pressing yang dilakukan Montolivo dan Muntari tidak tertata rapi dan membuat Iniesta terlepas dan mendapat satu peluang emas lewat tengah.

Pergantian pemain yang dilakukan oleh Allegri tidak membawa dampak baik buat serangan Milan. Tiga pemain depan ditarik keluar dan memasukkan Balotelli, Urby Emanuelson dan Andrea Poli. Efek paling terasa adalah ditarik keluarnya Kaka. Hal ini membuat Dani Alves bisa naik lagi secara spartan dan membuat defence Milan harus turun sangat dalam. Beruntung Barcelona tidak bisa menghasilkan gol tambahan.

Terkait:  Indonesia 1 - 1 Malaysia: Goals And Full Highlight AFF U19 2013

Kesimpulan

Pertarungan yang rutin terjadi tiap musim menjadikan pertemuan dua tim ini selalu menarik dari segi taktik. Masing-masing pelatih mencoba melakukan counter dari pelatih lawan dan taktiknya pun terus berevolusi. Laga selanjutnya pantas ditunggu untuk melihat inovasi apa lagi yang dihadirkan Allegri dan Tata Martino untuk membungkam lawannya.

Apa Pendapatmu?